Selasa, 15 Desember 2009

Memoar Seorang Anak Laki-Laki

Sekarang ini aku bukanlah siapa-siapa.
Saat ini aku bagaikan sebuah puzzle yang kepingannya
entah berada dimana.

Blur.

Sekarang aku tidak mempunyai apa-apa, hanya harga diri
yang dapat kubanggakan.
Aku masih melangkah disini dengan ketidakpastian yang selalu
membayangi setiap langkahku dan dengan segala pertanyaan
yang tidak ada habisnya tentang hidup.

Aku masih setengah kosong.

Aku meraba-raba dalam langkahku, seolah berjalan dalam kegelapan
pekat dan tiada ujung.
Perjalanan yang panjang yang akan ditempuh,
tampak sulit namun itulah hidup kan?

Aku masih berdiri terdiam dalam kemonotonanku.
Seperti bercermin dan mengharapkan perubahan namun
cermin tidak bisa berbohong.

Hanya ada aku disana, sendiri.

Aku berjuang dalam hidup ini, mencari hakekat akan kebenaran.
Bersamaan dengan keluar masuknya mereka dalam hidupku,
mereka masuk meninggkan bekas dan keluar meninggalkan helaan nafas
pada diri ini.
Tapi aku tetap berdiri, karena aku adalah seorang laki-laki.

Laki-laki itu kuat.

Hidup ini memang penuh warna dan sandiwara.
Ada yang menarik untuk dilihat tapi ada yang terlampau buruk bahkan untuk
memandangnya saja tidak mau, apalagi menjalaninya.

Tapi sebagai manusia dan sebagai seorang lelaki, aku harus belajar untuk
menjalani itu semua.

Rabu, 02 Desember 2009

Kisah Seorang Pencinta

Hari ini aku menyadari bahwa cinta itu tidak selalu serumit yang kita bayangkan.

Cinta itu rumit karena kita membuatnya begitu.

Tak perlu dipikirkan, hanya untuk dirasakan. Itulah cinta menurutku.
Cinta tidak pernah salah, hanya manusia selalu menyalahkan cinta apabila cinta tidak dapat memenuhi apa yang manusia inginkan.

Cinta selalu datang dan pergi di setiap hati manusia. Cinta datang untuk menemukan tempat yang tepat dimana dia bisa mengalir dan akan pergi jika dia berhenti mengalir lagi di setiap hati manusia.

Aku menyadari aku ini bukanlah siapa-siapa. Hanya lelaki biasa yang selalu mengharapkan sesuatu yang seringkali luar biasa dari cinta.

Cinta datang dan aku menerimanya dengan tulus tanpa alasan.
Aku yang sudah dapat lebih menghargai cinta ini merasakan keluar biasaan yang diberikan oleh cinta.

Indah memang, membuat otak ini kadang tidak lagi menjadi rasional dan membuatku melakukan hal-hal yang biasanya tidak akan aku lakukan jika cinta ini tidak hadir dalam hatiku.

Namun sepertinya panggung ini akan segera berakhir, bukan karena cinta ini berhenti untuk mengalir, tetapi cinta ini menuju tahap yang lebih suci menurutku.

Mencintai tanpa harus memiliki, begitu kata orang sekarang.

Awalnya aku tidak percaya, tapi sekarang keadaan membuat aku percaya akan hal tersebut.

Lagipula dia yang aku cintai memiliki orang-orang yang mungkin lebih mengerti dan lebih mencintai dia daripada aku.

Aku akan tetap seperti ini dengan standar cintaku padanya yang tidak melebihi tapi juga tidak kurang dari mereka.
Tapi cinta ini tidak akan berhenti mengalir sampai entah kapan.
Karena cinta ini tidaklah lagi menginginkan sebuah sosok, cinta ini hanya ingin aku rasakan dan aku syukuri setiap tawa dan tangis yang aku rasakan.

Cinta ini lebih agung, cinta ini lebih mandiri.
Cinta ini nyata, cinta ini tulus.

Hai engkau yang aku cintai,
aku disini ada untukmu walaupun kau telah memiliki orang lain.
Aku disini karena kau adalah dia yang membawa cinta ini.
Pergilah kemanapun, dan hati ini tetap disini.
Pergilah bersama siapapun, karena cinta ini akan selalu
menyimpan semua kenangan akan engkau.
Aku adalah aku yang tulus mencintaimu
dan seiring dengan waktu yang berjalan tanpamu disini,
senyuman akan menghiasi aku dan aku akan berkata,
"Terima kasih Tuhan telah memberi cinta ini walaupun aku
hanya bisa tersenyum melihatnya."

Selasa, 01 Desember 2009

Desember

November berakhir dan Desember pun dimulai.

Aku pikir bulan ini akan menjadi bulan yang tidak terlalu buruk bagiku.
Tapi baru dua hari saja aku sudah dihadapkan pada beberapa hal yang aku pikir cukup berat.

Masalah hati dan masalah masa depan.

Masalah memang selalu melekat dalam hidup.
Dan aku yakin bukan hanya dalam hidupku saja, tetapi hidup semua orang.

Masalah hati. Mungkin secara tidak sadar dan dengan cara yang tidak lazim, masalah hati ini malah menjadi teman baikku.
Aku berharap kali ini dapat bersikap normal dan biasa saja menghadapi masalah yang satu ini.

Tapi ternyata untuk kali ini aku benar-benar kesulitan. Sulit sekali rasanya menerima kenyataan bahwa tidak lama lagi hubungan ini menjadi lebih sulit dari sekarang.

Sangat sulit untuk melepas seseorang yang aku rasa dia adalah aku dalam bentuk yang lain.
Ingin rasanya aku menjadi orang lain, agar tidak perlu mengalami hal-hal seperti ini.
Tapi itu namanya lari dari masalah, dan aku bukan orang yang suka lari dari masalah.

Bulan ini sepertinya akan menjadi bulan terberat di tahun ini.